Rabu, 23 Mei 2012

Konsep pemasaran era digital

Era digital dengan kemajuan teknologi informasi dan koneksi internet sangat menefisiensikan kehidupan masyarakat kita sekarang. Bahkan kini sudh menjadi gaya hidup sebagian masyarakat kita dan mulai menjamur menjadi trend. Tidak bisa di pungkiri lagi, hal ini menimbulkan fenemena baru dimana terjadinya pergeseran perilaku konsumen baik itu barang yang mereka gunakan maupun cara berbelanja mereka yang cendrung mengedepankan kepraktisan dan efisiensi. Mereka mulai meninggalkan cara berbelanja secara manual, bagi sebagian orang yang sibuk cara berbelanja on-line dianggap tidak menambah kesibukan mereka, Cukup dengan hanya dengan mengakses internet , memilih produk-produk yang ingin dibeli, gunakan kartu kredit, dan barang pesanan pun siap dihantar oleh produsen langsung kerumah si pemesan. Contoh lain yang dapat kita rasakan secara nyata adalah toko buku gramedia. Betapa sepinya took-toko buku semenjak kemunculan Graamedia. Hal ini disebabkan pergeseran perilaku konsumen di era digital; orang mulai bosan menjelajahi barang-barang yang mereka perlukan secara manual. Kepraktisan yang disiapkan oleh database Gramedia membuat mereka cendrung mengunjungi Gramedia. Tidak diperlukan waktu berjam-jam untuk mencari buku yang mereka inginkan, bahkan tidak jarang buku yang mereka cari tidak tersedia. Dengan system on-line Gramedia mampu mengeliminir masalah tersebut. Data-data buku yang di inginkan oleh calon pembeli dapat ditelusur melalui computer yang tersedia disetiap sudut tertentu dari lorong-lorong buku yang dipajang.
Kemunculan era digital senantiasa merubah perilaku konsumen dalam hal pemilihan produk-produk yang akan mereka konsumsi . Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dapat mengubah sikap dan daya tarik konsumen terhadap suatu produk, namun hal ini tidak sepenuhnya dapat mempengaruhi perilaku konsumen, karena teknologi tidak dapat mengubah karakteristik dan sifat otentik manusia. Hal ini berkaitan dengan keinganan dan emosional manusia itu sendiri yang sebenarnya menjadi pendorong utama sebagai pertimbangan membeli suatu produk. Era digital ini hanyalah menfasilitasi dan sifatnya hanyalah mempengaruhi secara temporer. Era digital hanya membuat pelaku bisnis untuk memodifikasi caranya menjangkau dan memasarkan produk kepada calon pembeli yang potensial. Jadi pada dasarnya karakteristik dan perilaku konsumen di pra era digital maupun di era digital hampir sama. Hal terpenting adalah bagaimana para pebisnis dapat meyakinkan konsumen yang berawal dari adanya rasa kepercayaan konsumen terhadap pihak-pihak yang menyediakan produk-produk yang mereka perlukan. Karena dalam prakteknya, berbisnis di era digital ini lebih rentan terhadap penipuan. Tanpa adanya tatap muka, dan observasi langsung terhadap produk yang diinginkan dapat saja menimbulkan kecurangan dan penipuan terhadap konsumen.
Petikan saya yang lain tentang pemasaran di ini adalah, diera digital dengan koneksi internet ini bukan hanya menguntungkan bagi konsumen, tapi juga bagi produsen (perusahaan) itu sendiri. Dengan strategi pemasaran era digital yang praktis tapi mengglobal mampu mengefisiensikankan biaya. Biaya promosi, distribusi bisa menjadi lebih murah. Selain itu, era digital juga mampu membuat kegiatan operasional perusahaan menjadi efekktif dan efesien . Hal inilah yang dialami oleh Toyata melalui sistem persediaannya “Just in Time”, yang memanfaatkan koneksi internet dalam pemesanan bahan baku. Sistem on-line dengan supplier akan kebutuhan bahan baku meminimalisasi biaya penyimpanan, mungkin bisa zero.
Untuk menghadapi pergeseran perilku konsumen diera digital ini seharusnya perusahaan harus menyiapkan strategi khusus, mungkin mereka harus mampu mengikuti trend yang ada dan terus mengembangkan system dan sumber daya yang ada agar sejalan dengan perkembangan zaman dan selera pasar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar