Jumat, 18 April 2014

Pentingnya Menguasai Bahasa Inggris

Sebagian besar orang Indonesia belum menyadari bahwa bahasa Inggris sangat penting untuk dikuasai. Ada yang menganggap bahwa belajar bahasa Inggris hanya perlu pada saat masa sekolah agar tidak mendapatkan nilai yang buruk dalam raportnya. Namun ada juga yang telah menyadari bahwa bahasa Inggris perlu untuk dikuasai, sehingga berusaha keras untuk menguasainya dan akan langsung memperkenalkan bahasa Inggris kepada anaknya kelak.

Di kota-kota besar di Indonesia telah memperkenalkan pelajaran bahasa Inggria sejak dini, namun lain halnya dengan anak-anak pedalaman. Mereka hanya mengenal bahasa Inggris hanya dari sekolah, ada yang mulai dari tingkat SD ada juga yang mulai dari tingkat SMP. Namun, di era globalisasi seperti sekarang ini, banyak orang tua yang menyadari bahwa bahasa Inggris sangatlah penting untuk dikuasai. Sehingga mereka menawarkan kursus bahasa Inggris kepada anak-anak mereka.

Mengapa Bahasa Inggris Menjadi Penting untuk Dikuasai?

Bahasa Inggris adalah salah satu bahasa yang paling banyak digunakan di seluruh dunia sebagai bahasa utamanya. Amerika Serikat, Inggris, Australia, adalah beberapa contoh negara yang menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa nasionalnya. Tidak ketinggalan di daerah Asia banyak negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua, seperti Singapura, Filipina, India, Jepang, Korea. Yang semuanya adalah negara maju yang banyak mempengaruhi teknologi di seluruh dunia, maka dari itu bahasa Inggris adalah bahasa yang sangat populer dan paling dituturkan di dunia teknologi. Kita perlu mengetahui bahasa Inggris untuk belajar ilmu apa pun subjek atau bahasa komputer manapun. Kita perlu mengenal bahasa Inggris untuk berkomunikasi secara efektif terlalu banyak negara maju.Inggris sangat penting dalam hidup kita itu perlu dalam setiap bidang. Orang-orang akan merasa bangga apabila menguasai bahasa Inggris.

Sekarang mari kita lihat kepada aspek bisnis dan usaha. Banyak orang sukses dalam bisnisnya, baik itu bisnis dengan pasar lokal, nasional sampai internasional. Untuk yang lokal dan nasional kita masih bisa menggunakan bahasa Indonesia, tetapi bagaimana untuk pasar internasional? Kita tidak mungkin menggunakan bahasa Indonesia dengan orang asing. Disinilah penting dan manfaatnya belajar bahasa Inggris, bahasa Inggris berperan dalam dunia bisnis anda sebagai salah satu modal penting untuk mencapai kesuksesan. Yang terpenting dalam berbisnis dengan orang luar negeri adalah jangan menawarkan barang kepada orang luar negeri sana dengan bahasa lokal. Jadi apabila dapat berbahasa Inggris dengan baik sangat membantu kita dalam dunia bisnis untuk memperluas jaringan bisnis kita sampai ke luar negeri, hal ini semakin terbukti dengan meluasnya perdagangan internasional setiap tahunnya.

Bahasa Inggris juga merupakan pintu bagi dunia akademis. Menjadi lulusan dari universitas terkemuka di dunia adalah salah satu kebanggaan bagi mereka yang berkutat di dunia akademis. Banyak universitas-universitas terbaik di dunia menawarkan beasiswa, tentu saja bagi orang-orang yang cerdas secara akademis dan yang paling pentingnya lagi adalah harus bisa berbahasa Inggris. Cerdas secara akademis namun tidak bisa berbahasa Inggris adalah suatu penyesalan besar bagi mahasiswa yang ingin mendapatkan sertifikasi internasional. Karena dengan sertifikasi internasional itu berarti kemampuan bahasa Inggris kita tidak diragukan, hal itu akan memuluskan jalan kita ke dunia profesional. Dengan kemampuan berbahasa Inggris akan memudahkan kita mendapatkan karier yang bergengsi.

Dengan kemampuan bahasa Inggris akan membuat wisata keliling dunia menjadi lebih menyenangkan. Bahasa Inggris memudah kita berkomunikasi dengan orang-orang dari negara manapun, karena bahasa Inggris digunakan di seluruh dunia. Oleh karena itu, para pecinta wisata luar negeri tidak akan merasa khawatir kemanapun ia ingin berwisata, karena orang-orang di tempat-tempat wisata di seluruh dunia pada umumnya adalah orang-orang yang  bisa berbahasa Inggris. Pelayan restoran, pelayan hotel yang direkrut di tempat-tempat wisata tersebut adalah pelayan-pelayan dengan standar bisa berbahasa Inggis.

Jadi, bahasa Inggris menjadi sangat penting untuk dikuasai. Karena bahasa Inggris menjadi standar terendah untuk memasuki dunia profesional di perusahaan-perusahaan besar di Indonesia. Setiap orang harus bergelut dalam dunia globalisasi jika ingin berkembang, sehingga menguasai bahasa Inggris menjadi bekal yang baik di masa depan.

Untuk saat ini penulis juga sedang belajar, berusaha menguasai bahasa Inggris.
Sudah hampir diketahui secara luas bahwa berbahasa Inggris dengan baik dapat sangat membantu Anda di dunia bisnis, dan hal itu semakin terbukti dengan meluasnya perdagangan internasional setiap tahunnya, membawa negara-negara baru ikut serta. - See more at: http://www.englishtown.co.id/community/channels/article.aspx?articleName=93-global#sthash.Rrm1rGMg.dpuf
Sudah hampir diketahui secara luas bahwa berbahasa Inggris dengan baik dapat sangat membantu Anda di dunia bisnis, dan hal itu semakin terbukti dengan meluasnya perdagangan internasional setiap tahunnya, membawa negara-negara baru ikut serta. - See more at: http://www.englishtown.co.id/community/channels/article.aspx?articleName=93-global#sthash.Rrm1rGMg.dpuf

Selasa, 07 Januari 2014

Kasus Etika Bisnis Tanggung Jawab Sosial

Banjir Lumpur Panas Sidoarjo merupakan peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran Perusaan X di Dusun Balongnongo Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, sejak 29 Mei 2006. Tragedi ‘Lumpur Panas Sidoarjo’ dimulai pada tanggal 27 Mei 2006. Peristiwa ini menjadi suatu tragedi ketika banjir lumpur panas mulai menggenangi areal persawahan, pemukiman penduduk dan kawasan industri. Hal ini wajar mengingat volume lumpur diperkirakan sekitar 5.000 hingga 50 ribu meter kubik perhari (setara dengan muatan penuh 690 truk peti kemas berukuran besar). Akibatnya, semburan lumpur ini membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat sekitar maupun bagi aktivitas perekonomian di Jawa Timur: genangan hingga setinggi 6 meter pada pemukiman; total warga yang dievakuasi lebih dari 8.200 jiwa; rumah/tempat tinggal yang rusak sebanyak 1.683 unit; areal pertanian dan perkebunan rusak hingga lebih dari 200 ha; lebih dari 15 pabrik yang tergenang menghentikan aktivitas produksi dan merumahkan lebih dari 1.873 orang; tidak berfungsinya sarana pendidikan; kerusakan lingkungan wilayah yang tergenangi; rusaknya sarana dan prasarana infrastruktur (jaringan listrik dan telepon); terhambatnya ruas jalan tol Malang-Surabaya yang berakibat pula terhadap aktivitas produksi di kawasan Ngoro (Mojokerto) dan Pasuruan yang selama ini merupakan salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur.
 
Lokasi semburan lumpur ini berada di Porong, yakni kecamatan di bagian selatan Kabupaten Sidoarjo, sekitar 12 km sebelah selatan kota Sidoarjo. Kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan Gempol (kabupaten Pasuruan) di sebelah selatan. Lokasi pusat semburan hanya berjarak 150 meter dari sumur Banjar Panji-1 (BJP-1), yang merupakan sumur eksplorasi gas milik Perusahan X  sebagai operator blok Brantas. Lokasi semburan lumpur tersebut merupakan kawasan pemukiman dan di sekitarnya merupakan salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur. Tak jauh dari lokasi semburan terdapat jalan tol Surabaya-Gempol, jalan raya Surabaya-Malang dan Surabaya-Pasuruan-Banyuwangi (jalur pantura timur), serta jalur kereta api lintas timur Surabaya-Malang dan Surabaya-Banyuwangi, Indonesia.

Lumpur juga berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Kandungan logam berat (Hg), misalnya, mencapai 2,565 mg/liter Hg, padahal baku mutunya hanya 0,002 mg/liter Hg. Hal ini menyebabkan infeksi saluran pernapasan, iritasi kulit dan kanker. Kandungan fenol bisa menyebabkan sel darah merah pecah (hemolisis), jantung berdebar (cardiac aritmia), dan gangguan ginjal.

Selain perusakan lingkungan dan gangguan kesehatan, dampak sosial banjir lumpur tidak bisa dipandang remeh. Setelah lebih dari 100 hari tidak menunjukkan perbaikan kondisi, baik menyangkut kepedulian pemerintah, terganggunya pendidikan dan sumber penghasilan, ketidakpastian penyelesaian, dan tekanan psikis yang bertubi-tubi, krisis sosial mulai mengemuka.

Tanggapan:
Dari Uraian kasus diatas diketahui bahwa kelalaian yang dilakukan Perusahaan X merupakan penyebab utama meluapnya lumpur panas di Sidoarjo, akan tetapi pihak perusahaan malah berdalih dan enggan untuk bertanggung jawab. Jika dilihat dari sisi etika bisnis, apa yang dilakukan oleh Perusahaan X jelas telah melanggar etika dalam berbisnis. Dimana Perusahaan X telah melakukan eksploitasi yang berlebihan dan melakukan kelalaian hingga menyebabkan terjadinya bencana besar yang mengakibatkan kerusakan parah pada lingkungan dan sosial.

Eksploitasi besar-besaran yang dilakukan Perusahaan X membuktikan bahwa perusahaan tersebut rela menghalalkan segala cara untuk memperoleh keuntungan. Dan keengganan Perusahaan X untuk bertanggung jawab membuktikan bahwa Perusahaan X lebih memilih untuk melindungi aset-aset mereka daripada melakukan penyelamat dan perbaikan atas kerusakan lingkungan dan sosial yang mereka timbulkan.

Hal yang dilakukan oleh perusahaan tersebut telah melanggar prinsip – prinsip etika yang ada. Prinsip mengenai hak dan deontologi yang menekankan bahwa tiap manusia berhak atas lingkungan berkualitas, akan tetapi dengan adanya peristiwa lumpur panas tersebut, warga justru mengalami dampak kualitas lingkungan yang buruk. Sedangkan perspektif utilitarisme menegaskan bahwa lingkungan hidup tidak lagi boleh diperlakukan sebagai suatu eksternalitas ekonomis. Jika dampak atas lingkungan tidak diperhitungkan dalam biaya manfaat, pendekatan ini menjadi tidak etis apalagi jika kerusakan lingkungan dibebankan pada orang lain. Akan tetapi, dalam kasus ini Perusahaan X justru mengeruk sumber daya alam di Sidoarjo untuk kepentingan ekonomis semata, dan cenderung kurang melakukan pemeliharaan terhadap alam, yang dibuktikan dengan penghematan biaya operasional pada pemasangan chasing, sehingga menumbulkan bencana yang besar. Selanjutnya, kerusakan akibat kesalahan tersebut menimpa pada warga Porong yang tidak berdosa.

Hal ini membuktikan bahwa etika berbisnis yang dipegang oleh suatu perusahaan akan sangat mempengaruhi kelangsungan suatu perusahaan. Dan segala macam bentuk pengabaian etika dalam berbisnis akan mengancam keamanan dan kelangsungan perusahaan itu sendiri, lingkungan sekitar, alam, dan sosial.

Sumber:
underground-paper.blogspot.com

Senin, 30 Desember 2013

CONTOH KASUS IV BISNIS YANG TIDAK BERETIKA

PERSAINGAN BISNIS
Akibat persaingan kurang sehat pihak perusahaan kini melakukan berbagai cara untuk merekrut tenaga kerja yang diiming-imingi kenaikan gaji. Berawal dari kekecewaan dengan management PT.VVV, ratusan karyawan di masing-masing departemen perusahaan kayu yang berbasis di Pangkalan Kerinci mengancam bakal hengkang dari perusahaan dan hijrah Ke PT. NNN.

Kekecewaan tersebut dikarenakan perusahaan ini telah ingkar janji dengan para karyawan terkait bonus yang akan diberikan. Dimana sebelumnya, para karyawan yang bekerja di PT.VVV diberikan janji oleh pihak management dengan bonus kesejahteraan bila target perusahaan tercapai. Namun meski target perusahaan telah tercapai empat bulan lewat, janji perusahaan yang akan memberikan bonus pada karyawan tak kunjung terealisasi.

Alhasil, para karyawan yang merasa dikecewakan berniat untuk hengkang dari perusahaan kayu milik Tuan X itu. Tak tanggung - tanggung, ada sekitar 80 persen karyawan dari masing-masing departemen yang berencana akan hengkang ke PT.NNN. Namun niat para karyawan agak sedikit terhalang, pasalnya pihak perusahaan tak mau melepaskan begitu saja para karyawannya.

Beberapa Top Management PT.VVV seperti Taun W, Tuan Y, Tuan Z dan Tuan A langsung datang ke lokasi di Grand Hotel Pangkalan Kerinci, Sabtu (10/4) tempat beberapa karyawan PT.VVV akan melakukan interview dengan PT.NNN.

Dari pantauan sendiri di lokasi kejadian, memang beberapa orang dari pihak perusahaan berpakaian preman terlihat mondar-mandir di lingkungan hotel. Salah seorang karyawan yang akan diinterview oleh PT.NNN dan wanti-wanti namanya minta dirahasiakan mengakui kekhawatirannya. Pasalnya, dia bersama kawan-kawannya melihat sendiri bahwa pihak perusahaan

PT. VVV membawa security berpakaian seragam dan bebas datang ke lokasi hotel. "Jujur saja, kami ketakutan pak, soalnya management membawa security satu truk dan preman untuk menjegal kami agar tak jadi diinterview," pungkas salah satu karyawan yang enggan disebut identitasnya.

Dilain sisi menanggapi hal ini secara pribadi pihak Stokeholder Relations Manager PT.VVV Tuan F kepada JurnalRiau, Minggu petang (11/04/2010) mengatakan, bahwa hal itu tidak benar, soal pengamcaman untuk hengkang sudah kedua kali. Dan untuk keluar dari perusahaan karyawan tergantung kesepakatan Mou kontrak kerja sebelumnya. Jadi tak segampang itu.

Adanya rumor interview oleh pihak perusahaan pulp PT.VVV, bagi sejumlah karyawan HRD Riaupulp, menurut wan Zack, tindakan itu merupakan persaingan bisnis yang tak sehat. Dan dinilai merusak etika bisnis, "Selama ini karyawan kita telah mendapat ilmu pengetahuan dan bimtek, yang cukup handal, kenapa tiba-tiba ada perusahaan yang merekrut dengan sistem persaingan tak sehat..," ucap Wan Zak.
Sementara Humas Relation PT. NNN Nyonya X ketika dihubungi via ponselnya Minggu petang (11/04/10) mengaku belum mengetahui hal itu. Karena yang menghandel masalah adalah HRD.
Pendapat mengenai Artikel diatas :
Disini ada beberapa kesalahan yang dilakukan oleh kedua perusahaan diatas. Hal pertama adalah kesalahan yang dilakukan oleh PT. NNN yang sudah melanggar Prinsip Etika bisnis yaitu prinsip kejujuran,prinsip keadilan dan prinsip tidak berbuat jahat dan berbuat baik. Pada prinsip kejujuran, perusahaan sudah ingkar janji atau telah melanggar perjanjian dengan para karyawan mengenai pemberian bonus jika target perusahaan tercapai,, perjanjian yang disepakati bersama telah diabaikan oleh PT.NNN.
Pada prinsip keadilan , disini ada kaitanya dengan prinsip kejujuran dimana perusahaan seharusnya memberikan sesuatu yang sudah menjadi hak para karyawan tersebut, di mana prestasi dibalas dengan kontra prestasi yang sama nilainya. Dan yang terakhir yaitu Prinsip tidak berbuat jahat dan berbuat baik dimana pada kasus ini yang diuntungkan hanya satu pihak yaitu pihak PT.NNN. padahal akan lebih baik jikakedua belah pihak merasa diuntungkan yaitu perusahaan mencapai targetnya dan para karyawan mendapatkan apa yang seharusnya menjadi hak mereka. Jika saja perusahaan lebih memperhatikan kesejahteraan karyawan secara keseluruhan maka hal – hal yang tidak diinginkan seperti artikel diatas tidak akan terjadi.
Dan untuk PT.Indah kiat sebaiknya jika permasalahan antara PT. NNN dan para karyawannya belum diketahui secara pasti akan lebih baik jika PT. NNN untuk tidak mengambil keuntungan dari konflik tersebut namun hal ini belum diketahui secara pasti karena dari pihak PT. NNN belum ada informasi pasti mengenai perekrutan karyawan PT. VVV.
 
Sumber: 
JurnalRiau.com
pelangianggita.blogspot.com

Minggu, 29 Desember 2013

CONTOH KASUS III BISNIS YANG TIDAK BERETIKA

PELANGGARAN KODE ETIK BISNIS


Nama Todung Mulya Lubis tentu tidak asing lagi bagi banyak masyarakat. Apalagi untuk dunia hukum di Indonesia, Todung Mulya Lubis memiliki trademark tersendiri. Analisis hukum yang sering dilontarkannya seringkali tajam dan kritis. Begitu pula ketika berbicara soal korupsi, Todung sering berbicara blak-blakan. Sebagai ketua Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI), Todung termasuk tokoh yang mengkritik keras adanya monopoli dan oligopoli yang dilakukan oleh para konglomerat di Indonesia. Pun, Todung menjadi bagian penting dalam kampanye penegakkan Hak Asasi Manusia di Indonesia.
Yang tidak kalah penting, sebagai pengacara Todung mendapat banyak kepercayaan dari sejumlah korporasi ternama. Pada saat Majalah Time menghadapi gugatan dari mantan Presiden Soeharto, Todung menjadi pengacara yang dipercaya untuk menghadapi gugatan tersebut. Bahkan, perusahaan telekomunikasi ternama Temasek dari Singapura mempercayakan Todung sebagai kuasa hukumnya di Indonesia. Untuk kasus pertama, Mahkamah Agung akhirnya memutuskan tulisan Time tentang kekayaan keluarga Pak Harto tidak benar, sehingga Time harus membayar ganti rugi moril sebesar Rp 3 triliun kepada Pak Harto. Sementara Temasek dinilai telah melakukan monopoli bisnis telekomunikasi di Indonesia oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).


Kabar terakhir, Majelis Kehormatan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) DKI Jakarta menjatuhkan hukuman dengan mencabut ijin kepengacaraan Todung seumur hidup. Todung dinilai telah melanggar etika sebagai pengacara dalam perseteruan Sugar Group melawan Salim Group. Pada tahun 2002, Todung menjadi pengacara untuk Sugar Group, namun tahun 2006 Todung menjadi pengacara Salim Group. Selain itu, Todung juga pernah menjadi auditor BPPN untuk menangani Salim Group. Sehingga, sebagai pengacara Todung disebut “plin-plan” dan “hanya mengejar uang.”
Benarkah? Keputusan Peradi DKI Jakarta memang belum final. Todung tentu saja tengah bersiap-siap melakuikan perlawanan. Beberapa pengacara senior pun ada yang membela Todung—dengan mengatakan agar keputusan Peradi DKI Jakarta mencabut ijin kepengacaraan Todung Mulya Lubis seumur hidup, diabaikan. Pastilah masing-masing pihak, yang setuju dan tidak setuju, senang dan tidak senang, memiliki argumentasi berdasarkan kaidah-kaidah perundangan dan kode etik yang berlaku. Kita masih menunggu bagaimana akhir kisah Todung Mulya Lubis ini.
Menarik lebih luas mengenai pelanggaran kode etik di Indonesia, barangkali kasus Todung hanyalah satu dari sekian banyak kasus serupa. Kode etik untuk sebuah profesi adalah sumpah jabatan yang juga diucapkan oleh para pejabat Negara. Kode etik dan sumpah adalah janji yang harus dipegang teguh. Artinya, tidak ada toleransi terhadap siapa pun yang melanggarnya. Benar adanya, dibutuhkan sanksi keras terhadap pelanggar sumpah dan kode etik profesi. Bahkan, apabila memenuhi unsur adanya tindakan pidana atau perdata, selayaknya para pelanggar sumpah dan kode etik itu harus diseret ke pengadilan.Kita memang harus memiliki keberanian untuk lebih bersikap tegas terhadap penyalahgunaan profesi di bidang apa pun. Kita pun tidak boleh bersikap diskrimatif dan tebang pilih dalam menegakkan hukum di Indonesia. Kode etik dan sumpah jabatan harus ditegakkan dengan sungguh-sungguh. Profesi apa pun sesungguhnya tidak memiliki kekebalan di bidang hukum. Penyalahgunaan profesi dengan berlindung di balik kode etik profesi harus diberantas. Kita harus mengakhiri praktik-praktik curang dan penuh manipulatif dari sebagian elite masyarakat. Ini penting dilakukan, kalau Indonesia ingin menjadi sebuah Negara dan Bangsa yang bermartabat.

Referensi:

pelangianggita.blogspot.com
Detik.com

Minggu, 15 Desember 2013

Penipuan Bisnis Online di Bidang Forex Trading, Saham, dan Investasi Lainnya

Meskipun saat ini telah banyak jenis usaha bisnis online yang bisa dengan mudah kita jumpai di internet, tetapi memang sebenarnya tidaklah semua jenis usaha bisnis online itu benar-benar memberikan penghasilan tambahan untuk kita, malainkan mereka memang berniat ingin menipu orang-orang yang masih belum begitu paham dengan usaha bisnis online, atau bila dalam bahasa internet penipuan online ini biasa disebut dengan sebutan scam / penipu.

PENIPUAN KONVENSIONAL

Pada umumnya penipuan ini berupa jual beli barang dari alamat web tertentu, contohnya penipuan jual laptop, smartphone, dan gadget lainnya dengan harga murah dengan embel-embel Batam, BM (Black Market) dan sebagainya.
PENIPUAN DI BIDANG FOREX TRADING, SAHAM, DAN INVESTASI LAINNYA
Biasanya berupa manage account / investasi dalam bidang forex trading, emas, atau lainnya dengan janji persentase fix profit perbulan yang amat tinggi. Bentuk umum lainnya adalah Penjualan sistem trading dengan promosi yang sangat gencar.
Berikut salah satu berita tentang penipuan bisnis online di bidang forex dan investasi sejenisnya yang di kutip dari Berita Republika Online
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Survei global oleh Kaspersky Consumer Security Risks pada 2013 menunjukkan sebanyak 41 persen pengguna komputer kehilangan uang mereka akibat penipuan siber dan gagal mendapatkan kembali uang mereka.

Corporate Communications Division Kaspersky Lab Asia Tenggara Jesmond Chang dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Jumat, mengatakan secara teori bahkan jika para penipu berhasil mencuri uang dari akun perbankan elektronik (e-banking) atau pembayaran elektronik (e-payment), uang yang hilang bisa dikembalikan oleh pihak bank atau melalui jalur hukum.

"Namun, survei ini memperlihatkan bahwa tidak ada jaminan bahwa uang pengguna bisa kembali sepenuhnya," katanya.

Dari seluruh pengguna yang kehilangan uang secara online, hanya 45 persen yang berhasil mendapatkan kembali uang mereka secara penuh.

Sisanya berhasil mendapatkan kembali sebagian uang mereka (14 persen) namun 41 persen lainnya tidak berhasil mendapatkan kembali sepeser pun uang mereka.

Menurut 33 persen responden korban penipuan online, uang mereka sulit kembali jika hilang pada saat melakukan pembayaran elektronik.

Sebanyak 17 persen responden kehilangan uang ketika melakukan transaksi perbankan elektronik dan 13 persen responden yang kehilangan uang adalah pelanggan toko online.

Bank dan toko online lebih sering mengembalikan uang pelanggan, dibanding sistem pembayaran elektronik.

Secara umum, hanya 12 persen pelanggan online dan 15 persen pelanggan bank yang menerima kompensasi penuh atas hilangnya uang mereka akibat serangan berbahaya.

"Satu dari sepuluh responden beruntung mendapatkan kembali uang mereka secara penuh," katanya.

Di saat yang sama, banyak pengguna yang tetap yakin bahwa pemilik layanan online memberikan perlindungan yang cukup atas transaksi yang dilakukan.

Hasil survei oleh Kaspersky Lab bekerjasama dengan B2B International itu menunjukkan bahwa 45 persen responden percaya bahwa bank bertanggung jawab untuk mengembalikan uang mereka yang hilang ketika melakukan transaksi dan 42 persen responden menyatakan bank harus memberikan tools keamanan gratis untuk melindungi transfer uang pelanggan.
Analisis dan komentar:
Kasus di atas tentunya sangat merugikan para korban, terutama di bidang financial. Bagaimana cara mencegah agar tidak menjadi korban penipuan bisnis online di bidang investasi?
  • Be a smart investor, pelajari dulu segala hal tentang bisnis online yang ditawarkan. Cari tahu informasinya di internet . Tidak ada satupun investasi yang tidak memerlukan usaha dari kita sendiri,biarpun dikit
  • Jangan tergoda oleh testimonial/ screen shoot rekening, Testimonial dan screenshoot rekening bisa dengan mudah dipalsukan. Bahkan script untuk membuat  screenshoot  rekening palsu pun mudah dibuat dan sudah ada.
  • Gunakan akal sehat, pakai pikiran jernih, Saat satu investasi yang ditawarkan terasa berlebihan, kemungkinan terbesar memang begitu adanya. Selalu luangkan waktu untuk berpikir ulang dan melihat tawaran investasinya dari sudut pandang lain. jangan terpaku ke profitnya aja, lihat juga resiko yang ada . Jika ada yang bilang tanpa resiko , lebih jangan dipercaya.
  • Saat ini sedang marak penawaran investasi dengan dalih investasi yang ditawarkan bukanlah bisnis online, tapi investasi real di EMAS . Cek lagi apakah anda memegang langsung emasnya secara real? Bukan hanya sertifikat atau apapun itu. Cek juga apakah investasi tersebut mengandung skema member get member/money game/ponzi ? Jika iya berarti sama aja. Note: trading emas online sifatnya relatif sama dengan forex trading ; mengandung resiko tinggi dan tidak semudah semudah berbicara dari oknum penipu. Jika anda berminat investasi emas, disarankan untuk langsung beli secara real.
  • Jika investasi yang ditawarkan berhubungan dengan forex trading, jangan pernah percaya dengan embel-embel seperti trader kelas dunia,trader hedge fund, juara trading dunia, sistem trading super akurat,sistem trading hedge fund, pengalaman trading 10 tahun, dan sejenisnya yang sering digunakan untuk promosi dan meyakinkan calon investor . Hati-hati juga dengan penawaran fix profit, berapapun besarnya.
Saat ini, penipuan-penipuan berkedok bisnis online cenderung menyasar ke kalangan yang kurang melek teknologi. Istilah bisnis online masih menjadi satu hal yang dianggap asing dan cenderung dianggap `wah` karena minimnya informasi yang didapat. Dan sudah menjadi sifat manusia untuk cenderung mudah silau oleh uang, apalagi dengan iming-iming keuntungan besar tanpa perlu kerja keras sehingga saat seseorang menawarkan model investasi online yang scam, apalagi jika diawali dengan umpan pemberian profit di 2-3 bulan pertama, maka akan sangat mudah tergoda dan jatuh dalam rayuan. Jadi, harus lebih cerdas lagi.
 Referensi:
http://www.blogbaca.com/2013/04/tentang-penipuan-bisnis-online.html#ixzz2ncKlwGh1
http://www.republika.co.id/berita/trendtek/internet/13/08/30/mscee4-korban-penipuan-online-sulit-dapat-uangnya-kembali
http://touchthesky.web.id/waspada-penipuan-bisnis-online/

Jumat, 22 November 2013

CONTOH KASUS II BISNIS YANG TIDAK BERETIKA

PELANGGARAN HAK PEKERJA


Ketua Yayasan LBH Cianjur, O Suhendra mengatakan, upaya pendampingan dan advokasi dilakukan lantaran selama ini para buruh buta masalah hukum. Jumlah buruh asal Kabupaten Cianjur yang sempat diperiksa tim penyidik Polresta Tangerang untuk dimintai keterangan sebagai saksi korban, Sabtu (11/5/2013), lebih kurang berjumlah 30 orang.

"Mereka (buruh) hanya dimintai keterangan sebagai saksi korban. Dari 30 orang buruh, empat orang di antaranya masih anak-anak di bawah umur dengan rata-rata usia 18 tahun," kata Aap, sapaan akrab O Suhendra saat dihubungi INILAH, Minggu (12/5/2013).

Aap berharap agar pengusaha yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka bisa dijerat pasal berlapis. Dalihnya, pengusaha sudah melakukan pelanggaran pasal 378 KUHP tentang penipuan, pasal 351 tentang penganiayaan, dan pasal 333 tentang penyekapan.

"Termasuk juga pelanggaran Undang Undang Perlindungan Anak dan Undang Undang Perdagangan Manusia (Trafficking). Kami juga mengharapkan agar hak-hak buruh (korban) maupun perdatanya bisa dipenuhi. Jika tidak dipenuhi, kami pun akan melakukan gugatan hukum," tegasnya.

Sebelumnya, Sabtu (11/5/2013), tim penyidik Mapolresta Tangerang, memintai keterangan puluhan korban perbudakan disertai penyekapan dan penyiksaan buruh pabrik panci di Tangerang asal Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bandung. Pemeriksaan dilakukan di kantor Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur di Jalan Kompleks SMPN1.

Pemeriksaan didampingi tim dari Kontras sebanyak 3 orang, P2TP2A Kabupaten Cianjur sebanyak 3 orang, Persatuan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) sebanyak 15 orang, dan LBH Cianjur sebanyak 2 orang. Satu per satu, buruh yang menjadi korban perbudakan dimintai keterangannya oleh tim penyidik Polresta Tangerang.

Ketua Bidang Pelayanan Umum P2TP2A Kabupaten Cianjur, Lidya Umar Indayani mengatakan, jumlah keseluruhan buruh korban perbudakan sebanyak 33 orang, termasuk 3 korban dari Kabupaten Bandung. Sebanyak 8 orang di antara buruh itu di bawah umur.

"Korban yang di-BAP itu termasuk juga yang dulu sempat kabur dari 3 kecamatan sebanyak 9 orang," kata Lidya di kantor P2TP2A Kabupaten Cianjur, Sabtu (11/5/2013)

Komentar:

Hal ini diakibatkan oleh lemahnya sistem pengawasan ketenagakerjaan di Kabupaten Tangerang. Ini terjadi karena tidak seimbangnya jumlah pengawas Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang yang saat ini berjumlah 17 orang, tapi harus mengawasi 5.883 perusahaan yang tercatat resmi di seluruh Kabupaten Tangerang. Dinas Tenaga Kerja hanya melakukan pengawasan terhadap industri atau perusahaan yang resmi dan memiliki izin. Sedangkan CV Cahaya Logam, produsen panci di Kampung Bayur Opak, Desa Lebak Wangi, dipastikan tidak berizin alias ilegal. Selain Dinas Tenaga Kerja, fungsi pengawasan juga seharusnya dilakukan oleh instansi terkait lain, seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang.

Referensi:
http://www.inilahkoran.com/read/detail/1988235/lbh-cianjur-siap-gugat-bos-pabrik-panci-tangerang

Sabtu, 16 November 2013

KASUS I BISNIS YANG TIDAK BERETIKA

Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) dan tim pengaduan masyarakat Satgas REDD+ sedang melakukan pengumpulan bahan dan keterangan serta analisis atas dugaan pelanggaran ijin pada kawasan konsesi PT X, sebuah perusahaan kelapa sawit, di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.
Penyelidikan ini dianggap sebagai penguji atas janji pemerintah Indonesia untuk memerangi pembabatan hutan dan memaksa perusahaan-perusahaan tambang dan perkebunan untuk kembali ke jalur perijinan yang benar. Demikian tulis Reuters pada edisi Kamis 12 Juli 2012. Penyelidikan ini merupakan tindak lanjut atas temuan sebuah kelompok konservasi lingkungan, Environmental Investigation Agency (EIA), setelah melakukan penyelidikan mendalam atas kasus PT X.
Menanggapi pertanyaan yang diajukan Reuters terkait masalah tersebut, Kuntoro Mangkusubroto, Kepala Satgas REDD+ dan UKP4, mengatakan, “PT X diduga telah melakukan pelanggaran atas kawasan konsesi sejak minimal tiga tahun yang lalu”
Menurut Kuntoro, dugaan indikasi yang paling kuat sementara ini adalah  bidang lingkungan hidup dan perkebunan. “Pelanggaran PT X ini terjadi karena perusahaan itu tidak memiliki Amdal dan lalai melakukan audit lingkungan sesuai dengan kewajiban pada pasal 121 ayat (1) UU Lingkungan Hidup No. 32/2009,” katanya sambil menambahkan bahwa perkebunan perusahaan tersebut berada di luar konsesi sesuai ijin yang diberikan.
Melihat beberapa pelanggaran yang terjadi di Kabupaten Pulang Pisau, termasuk PT X, ada beberapa akar permasalahan yang berhasil diidentifikasi oleh Satgas REDD+.
Pertama, masalah pengelolaan dan pemetaan tata ruang yang baik terkait dengan fungsi perlindungan dituding menjadi salah satu akar masalah. Berdasarkan laporan Amdal PT X No. 660/151/II/BPPLHD/2008, diketahui hampir 20.000 hektar areal lahan konsesi milik PT X memiliki ketebalan gambut sedalam 4-8 meter. Hal ini sesuai dengan peta RTRWP Kalimantan Tengah yang menyebutkan bahwa konsesi PT X terletak di kawasan gambut dengan ketebalan yang termasuk dalam kawasan pengembangan produksi. Padahal menurut Kepres No. 32/1990 tentang pengelolaan kawasan lindung menyebutkan bahwa wilayah dengan gambut tebal dikualifikasikan sebagai kawasan lindung dalam peta RTRWP.
Yang kedua, UKP4 juga meminta agar Permentan No. 14/2009 dikaji kembali. Kajian ini dianggap perlu karena peraturan mengenai perijinan kelapa sawit di kawasan hutan tersebut dianggap tidak sejalan dengan upaya penegakan hukum.
Akar permasalahan berikutnya adalah tidak adanya koordinasi dan sinergi antar instansi pemberi ijin, terutama menyangkut Kementerian Kehutanan sebagai perwakilan pemerintah yang mengatur penggunaan hutan dan Bupati sebagai pemberi ijin operasional  di daerah. Kondisi tanpa koordinasi dan sinergi inilah yang menyebabkan PT X melakukan pelanggaran.
Prosedur perijinan yang tidak dijalankan dengan baik oleh para kepala daerah merupakan akar permasalahan yang keempat. Pada kasus PT X, perusahaan menjalankan usaha perkebunannya tanpa dilengkapi analisis dampak lingkungan sehingga mereka tidak dapat mengidentifikasi gambut dalam yang seharusnya dilindungi dari kegiatan usaha.
Kelima, PT X dianggap telah melanggar peraturan wilayah konsesi selama tiga tahun karena lemahnya penegakan hukum. Parahnya, tidak ada sanksi administratif yang diterapkan. Seandainya, peraturan ditegakkan, maka dampak kerusakan dapat dicegah dan perusahaan pun harus tunduk kepada peraturan yang ada.

KOMENTAR:
Pemerintah harus menindak tegas pelanggaran atas tata guna lahan tersebut. Pihak kepolisian, Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kejaksaan harus berkoordinasi untuk menyelesaikan kasus ini. Disamping itu, pemerintah harus mengeluarkan peta untuk kawasan hutan lindung dan gambut dalam agar pengusaha juga tidak bingung mengenai batasan lahan produksi dan hutan. Selain itu, Satgas REDD+ harus mengkaji perijinan yang melanggar prosedur di beberapa daerah sebagai percontohan. Tujuannya untuk memperbaiki tata kelola dan mencegah kerusakan yang lebih sistematis.

Referensi:
SATGAS REDD+