Jumat, 22 Oktober 2010

BINTANGKU

Malam yang hening
kulihat bintang bertaburan menghiasi langit
semakin malam semakin banyak dan semakin indah
terpaku aku memandanginya, lalu berkhayal...
seandainya satu dari bintang-bintang itu adalah aku...
seandainya malaikat mengizinkanku bersinar bersama bintang lainnya
semua orang akan memandangiku

Tapi yang terjadi kini adalah sebaliknya,
semua yang kulalui bukan yang kuingini
waktu tak berpihak padaku
aku tak bisa bersinar, bahkan berkedip
semua orang memandangku dengan sebelah mata
mereka seperti menghakimiku, aku disisihkan...
beruntung aku dilahirkan oleh seorang bintang
beruntung aku bersama bintang sejak membuka mata,
mungkin ia sekarang sudah beruban
kulitnya sudah kerutan...
tak pernah dibiarkannya aku jatuh terlalu dalam,
kedalam lembah kesakitan,
seharian ia akan banting tulang,
berlumuran lumpur, dibawah terik bahkan hujan
semua akan dilakukan agar aku tetap bertahan
walau sulit, walau sakit
bintangku membangkitkan semangatku
bintangku motivasi hidupku.

Bintangku ayah ibuku
aku sungguh mengagumi bintangku
aku berjanji.....
satu hari nanti...
akan kubiaskan sinarnya kesetiap relung yang penat,
semua orang akan memandanginya dengan kagum,
sinarnya akan benderang dimulai dari terbenamnya matahari,
dan akan tetap menyala di relungku walau fajar menyapa.
bintangku ayah ibuku
aku mencintai bintangku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar