Rabu, 05 Juni 2013

Contoh Proposal III


ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA PADA PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, TBK PERIODE TAHUN 2008 – 2012

PENDAHULUAN
1.1.       Latar Belakang Masalah
Setiap perusahaan pasti menginginkan laba yang maksimal. Untuk mendapatkan laba perusahaan harus mengupayakan agar pendapatan berada diatas biaya. Hal ini mengharuskan perusahaan untuk berproduksi dalam kapasitas yang maksimum. Salah satu faktor yang memepengaruhi jumlah produksi adalah modal kerja.
Modal kerja dibutuhkan untuk dapat menjalankan operasional sehari-hari, misalnya digunakan untuk uang muka pembelian bahan baku, membayar upah karyawan, gaji karyawan dan keperluan lainnya, dimana uang atau jasa yang telah dikeluarkan itu diharapkan dapat kembali lagi masuk kedalam perusahaan dalam waktu yang singkat melalui hasil penjualan produksinya. Uang yang masuk, yang berasal dari penjualan produk tersebut akan segera dikeluarkan lagi untuk membiayai operasi selanjutnya. Dengan demikian, maka dana tersebut akan terus-menerus berputar setiap periodenya selama hidupnya perusahaan.
Untuk melihat kondisi dan perkembangan keuangan suatu perusahaan, biasanya pimpinan perusahaan menyusun laporan keuangan yang menggambarkan kejadian atau segala transaksi yang terjadi diperusahaan yang kemudian digunakan untuk menginterpretasikan atau menganalisis terhadap data keuangan perusahaan tersebut. Laporan keuangan perusahaan sangat bermanfaat bagi penganalisa untuk mengetahui kondisi dan perkembangan keuangan perusahaan yang bersangkutan.
Salah satu analisis laporan keuangan adalah analisis sumber dan penggunaan modal kerja yaitu suatu analisis tentang darimana sumber dan penggunaan modal kerja dalam suatu perusahaan. Modal kerja merupakan dana yang harus tersedia dalam perusahaan yang dapat digunakan untuk membelanjai kegiatan operasinya sehari-hari. Dari laporan sumber dan keuangan inilah yang akan membantu manajer keuangan dalam melaksanakan kegiatan perusahaan dalam hal menentukan jumlah dana yang harus tersedia dan untuk melihat sumber dana yang diperoleh.
Modal kerja yang akan digunakan sebaiknya dalam jumlah yang cukup agar dapat memberikan keuntungan yang maksimal sehingga suatu perusahaan biasa beroperasi secara ekonomis dan juga modal kerja yang cukup dapat menekan biaya perusahaan menjadi rendah, menunjang segala kegiatan operasi perusahaan secara teratur.
PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk merupakan salah satu perusahaan milik negara yang terus berkmbang di Industri telekomunikasi dalam negeri maupun tingkat global. Telkom indonesia melakukan transformasi secara fundamental dan menyeluruh di seluruh lini bisnis yang mencakup transformasi bisnis, infrastruktur dan sistem, organisasi dan sumber daya msnusia, serta transformasi budaya. Telkom mengalami perubahan modal kerja setiap tahunnya yaitu mengalami perubahan modal kerja pada tahun 2008 – 2012. Hal tersebut mendorong penulis untuk menelusuri lebih dalam mengenai bagaimana PT. Telekomunikasi Indnesia, Tbk mengelola modal kerjanya.
     Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, penulis menyusun penulisan ilmiah ini dengan mengambil judul “ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA PADA PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, TBK PERIODE TAHUN 2008 – 2012”.

1.2.       Rumusan dan Batasan Masalah

1.2.1.      Rumusan Masalah
Berdasarkan judul dan latar belakang di atas maka rumusan masalah penulisan ilmiah ini adalah :
1.           Berapakah jumlah sumber dan penggunaan modal kerja yang dimiliki PT. Telekomunikasi Indnesia, Tbk  pada tahun 2008 – 2012?
2.             Berapakah nilai kenaikan atau penurunan modal kerja PT. Telekomunikasi Indnesia, Tbk pada tahun 2008 – 2012?
3.        Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi perubahan modal kerja PT. Telekomunikasi Indnesia, Tbk pada tahun 2008 – 2012?

1.2.2.      Batasan Masalah

Ruang lingkup batasan masalah penulisan ini mencakup dua sudut pandang, yaitu menganalisa kinerja keuangan melalui laporan sumber dan penggunaan modal kerja, serta menganalisa melalui rasio likuiditas. Laporan keuangan yang dianalisa adalah laporan keuangan PT. Telekomunikasi Indnesia, Tbk pada periode 2008-2012.

1.3.       Tujuan Penelitian
Tujuan dasar penulisan ilmiah ini adalah :
1.             Untuk mengetahui besarnya sumber dan penggunaan modal kerja PT. Telekomunikasi Indnesia, Tbk pada tahun 2008 – 2012.
2.             Untuk mengetahui besarnya nilai kenaikan atau penurunan modal kerja pada PT. Telekomunikasi Indnesia, Tbk pada tahun 2008 – 2012.
3.             Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan modal kerja PT. Telekomunikasi Indnesia, Tbk pada tahun 2008 – 2012.

1.4         Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan oleh penulis dalam penulisan ilmiah ini adalah:

1.             Manfaat akademik

Hasil dari penulisan ilmiah ini diharapkan dapat menambah pengetahuan bagi penulis khususnya dan teman-teman umumnya tentang sumber dan penggunaan modal kerja, agar dapat dijadikan sebagai sumber bagi penelitian sejenis dimasa mendatang. Serta dapat menggunakan dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh, khususnya dalam bidang akuntansi.

2.             Manfaat praktisi

Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan modal kerja yang tepat bagi perusahaan, agar pengelolaan sumber dan penggunaan modal kerja pada masa mendatang akan lebih baik, serta dapat memberi masukan bagi perusahaan dalam melaksanakan kegiatan selanjutnya khususnya terhadap pemanfaatan modal kerja secara optimal.

1.5.       Metodologi Penelitian

Pada bagian ini akan dibahas mengenai garis besar metode penelitian yang penulis lakukan, yakni terdiri dari :

1.             Objek penelitian

Dalam penelitian ini penulis mengambil objek dari :
Perusahaan :    PT. TELEKOMUNIKASI INDNESIA, TBK
Alamat       :    Jl. Japati no 1-Bandung 40133
Telepon      :    (62-22) 452 7101
Fax             :    (62-22) 424 0313
Website      :    www.telkom.co.id

2.             Data atau variable yang digunakan

Data yang digunakan dalam penulisan ilmiah ini adalah Laporan keuangan Neraca PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk peride tahun 2008 – 2012.

3.             Metode pengumpulan data
Di dalam penyusunan Penulisan Ilmiah ini di gunakan beberapa metode pengumpulan data, antara lain :
a.             Studi pustaka
Penulis mencari referensi dari buku-buku yang diperlukan dengan mempelajari buku dan bacaan lainnya serta literature yang berhubungan dengan pembahasan masalah yang akan dibahas dalam penulisan ilmiah ini.

b.             Studi lapangan
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data sekunder atau pengumpulan data yang didapat secara tidak langsung dari perusahaan yang diperoleh dengan cara printing dokumen arsip perusahaan yang diperoleh dari website www.telkom.co.id

4.             Alat analisis yang digunakan

Metode yang digunakan untuk menganalisis data yaitu laporan sumber dan penggunaan modal kerja. Kemudian menguraikan keadaan atau kondisi konkrit atau kondisi yang sebenarnya pada perusahaan dan dianalisis dengan menggunakan teori yang mendukung.

Sabtu, 01 Juni 2013

CONTOH PROPOSAL PENELITIAN

PENGARUH PROMOSI PENJUALAN BERUPA TRADE PROMO (TARGET VOLUME PENJUALAN SELECTIVE OUTLET GROSIR PARRETO) DAN CONSUMER PROMO (SAMPLING) TERHADAP PENINGKATAN PENJUALAN PRODUK ENERGEN CEREAL DI DAERAH TANGERANG

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Pada dasarnya tujuan umum suatu perusahaan adalah untuk memaksimumkan nilai perusahaan. Dan untuk mencapai tujuan tersebut, maka perusahaan harus mampu untuk menghadapi para pesaing dan perusahaan-perusahaan sejenis yang semakin banyak bermunculan dewasa ini. Tentunya untuk mengatasi persaingan tersebut maka perusahaan memerlukan kegiatan pemasaran yang efektif dan optimal.
Pemasaran bagi perusahaan adalah sebuah sarana dalam hal pengambilan keputusan yang berhubungan dengan kegiatan pemindahan barang dan jasa dari produsen ke konsumen, namun tidak semua masalah pemasaran hanya sekedar kegiatan menjual barang dan jasa saja, melainkan  lebih luas dari pada itu, yaitu meliputi apa yang disebut dengan marketing mix (bauran pemasaran) yang terdiri dari product (produk), price (harga), place (tempat) dan promotion (promosi).
Salah satu kegiatan pemasaran yang cukup efektif dan efisien adalah promosi. Menurut Freddy Rangkuti (50:2009), promosi adalah kegiatan penjualan dan pemasaran dalam rangka menginformasikan dan mendorong permintaan terhadap produk, jasa, dan ide dari perusahaan dengan cara mempengaruhi konsumen agar mau membeli produk dan jasa yang dihasilkan oelh perusahaan.
Promosi merupakan salah satu faktor yang sangat penting, karena promosi dapat mempengaruhi secara langsung terhadap kelancaran maupun keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuannya. Oleh karena itu kelancaran maupun keberhasilan suatu perusahaan sangat tergantung pada manajemen didalam membuat rencana kegiatan promosi yang akan datang, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Dengan adanya promosi yang terencana, maka perusahaan dapat mendekati pembeli atau calon konsumen agar mau membeli produk yang mereka tawarkan. Disamping itu promosi erat kaitannya dengan kelangsungan hidup suatu perusahaan yang melakukannya.
Promosi yang berhasil sebenernya tidak hanya mampu meningkatkan hasil penjualan semata-mata, akan tetapi dapat memberikan keuntungan-keuntungan lain seperti : nama perusahaan akan dikenal oleh masyarakat dan hasil produksinya dapat meningkatkan efisiensi penggunaan modal kerja, memperkecil piutang , dan lain-lain. Dan sebaliknya jika strategi promosinya tidak berhasil, maka  dapat menyebabkan kenaikan biaya per unit, keuntungan yang diperoleh dalam tiap unit menurun sehingga dengan sendirinya penghasilan perbulan pun ikut menurun.
Maka dari itu promosi memegang peranan penting dalam mencapai tujuan perusahaan terutama dalam mendapatkan keuntungan maksimal dengan biaya terkecil. Promosi merupakan kegiatan pokok yang dilakukan pengusaha untuk kelangsungan hidup perusahaan yang selanjutnya berkembang dan mencapai hasil penjualan yang diinginkan.
Penulisan ini dibuat berdasarkan pengamatan penulis lakukan terutama berkaitan dengan makanan cereal salah satunya adalah makanan energen cereal. Dari hasil pengamatan tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata dari sebagian orang mengkonsumsi makanan energen cereal dengan berbagai alasan, diantaranya adalah sebagai makanan yang praktis dan enak untuk mengganjal disaat lapar disela-sela waktu makan. Energen cereal mengandung nutrisi 4 sehat 5 sempurna yaitu karbohidrat, vitamin, serat, vitamin, protein dan susu. Energen cereal memiliki berbagai macam rasa seperti : rasa coklat, rasa vanilla, rasa kacang ijo dan rasa jahe.  Kandungan dalam energen cereal adalah : seluruh nutrisi essential atau gizi utama yang dibutuhkan tubuh, susu full cream dengan segala manfaat dan nutrisi susu yang baik untuk pertumbuhan anak dan kesehatan, gandum pilihan yang berkualitas yang memberikan energi, sereal yang mengandung serat, gizi dan energi serta kacang hijau alami yang memiliki banyak nutrisi (vitamin B kompleks, serat, vitamin E). Disini penulis melihat bahwa ini memiliki relevansi dengan promosi terutama dikaitkan dengan penjualan produk energen cereal.
Dengan adanya fakta-fakta tersebut maka produk energen cereal yang diproduksi PT Mayora Indah sebaiknya perlu membuat strategi-strategi baru guna mencapai sasaran konsumen, salah satu strategi yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan kegiatan promosi.
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis mencoba untuk mengangkat tema promosi sebagai bahan penulisan dalam skripsi ini dengan judul “PENGARUH PROMOSI PENJUALAN BERUPA TRADE PROMO (TARGET VOLUME PENJUALAN SELECTIVE OUTLET GROSIR PARRETO) DAN CONSUMER PROMO (SAMPLING) TERHADAP PENINGKATAN PENJUALAN PRODUK ENERGEN CEREAL DI DAERAH TANGERANG.”



Rumusan Masalah
            Berdasarkan dengan latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya, maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah : “Apakah ada pengaruh antara pengaruh promosi penjualan berupa trade promo dan consumer promo terhadap peningkatan penjualan produk energen cereal di daerah Tangerang?”

Batasan Masalah
            Pada penelitian ini peneliti hanya membahas masalah pada biaya biaya promosi berupa trade promo dan consumer promo yang dikeluarkan dan pengaruhnya serta hubungannya terhadap hasil penjualan produk energen cereal yang berlokasi di Tangerang. Dan karena keterbatasan dalam penelitian ini maka peneliti menggunakan biaya promosi dan penjualan pada

Tujuan Penelitian
            Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh biaya promosi : trade promo dan consumer promo terhadap hasil penjualan produk energen cereal.

Hipotesis Penelitian
            Dari perumusan masalah, maka dapat dirumuskan hipotesis dalam penulisan skripsi ini adalah: “dengan dilakukannya program target volume selective outlet grosir parreto dan sampling berpengaruh terhadap hasil penjualan perusahaan.”

PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN

PENGERTIAN PROPOSAL

Secara umum, pengertian proposal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau menjelasan sebuah maksud kepada pembaca yang ditentukan (baik pribadi maupun lembaga) sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai maksud penulis tersebut lebih mendetail. Pada tulisan kali ini penulis ingin menjabarkan tentang "Proposal Penelitian".

Proposal Penelitian dalam dunia ilmiah (pendidikan) yang disusun oleh seorang peneliti atau mahasiswa yang akan membuat penelitian (skripsi, tesis, disertasi). Dalam dunia ilmiah, proposal adalah suatu rancangan desain penelitian (usulan penelitian) yang akan dilakukan oleh seorang peneliti tentang suatu bahan penelitian. Bentuk “Proposal Penelitian” ini, biasanya memiliki suatu bentuk, dengan berbagai standar tertentu seperti penggunaan bahasa, tanda baca, kutipan dll.

Komponen dasar yang harus ada pada setiap proposal penelitian adalah latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, tinjauan teori dan metode penelitian. Dalam menulis proposal penelitian, semua komponen yang merupakan bagian dari proposal mulai dari pendahuluan hingga ke biodata peneliti, harus ditulis dan di.jelaskan dengan baik. Sehingga mudah dipahami oleh pemeriksa / reviewer. Dalam menulis proposal maka harus dipertimbangkan bahwa untuk menginformasikan tentang masalah penelitian dan tentang peneliti selengkap mungkin. 

A. Latar Belakang

Latar belakang merupakan alasan dan argumentasi yang kuat dilakukanya proses penelitian . Penulis perlu mengungkapkan fakta-fakta yang sudah terjadi dan menjadi landasan dilakukannya penelitian. Latar belakng memuat gambaran tema permasalahan di lokasi penelitian yang akan dibahas dan berkaitan dengan penelitian yang akan dijalankan, diuraikan dari masalah yang luas ke arah masalah yang khusus. Oleh karena itu diperlukan data studi awal di lokasi tempat penelitian.

Ada 4 kriteria latar belakang yang baik:

  1. Adanya “seriousness of problem”,
  2. Adanya “sense of urgency” ( masalah yang harus segera ditangani
  3. Adanya “political will” (kebijaksanaan dari organisasi atau politis
  4. Adanya “manage – ability” ( direkomendasikan oleh pihak manajemen ).
Latar belakang ini juga harus mampu menjawab pertanyaan “mengapa memilih topik tersebut”

A. Batasan Masalah

Batasan-batasan dalam suatu penelitian diperlukan agar ruang lingkup masalah tidak meluas. Batasan-batasan ini terkait dengan keterbatasan dana, waktu, tenaga, pengumpulan data dan analisisnya, serta relevansi kualifikasi peneliti dengan permasalahan yang akan dibahasnya. Misalkan saja dalam penelitian tentang aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Secara umum ada 10 macam aktivitas belajar siswa, tetapi tentunya tidak semua terkait erat dengan pembelajaran matematika, sehingga peneliti dapat membatasi permasalahan dengan memilih beberapa aktivitas saja yang benar-benar relevan dengan pembelajaran matematika, misalnya aktivitas  visual, oral dan mental.

B. Perumusan

Perumusan masalah merupakan pemetaan variabel-variabel yang terkait dengan fokus masalah. Tidak semua variabel hasil identifikasi dari masalah melatarbelakangi atau terkait dengan fokus masalah, maka perlu diadakan perumusan masalah. 
Ada beberapa kondisi yang bisa di lakukan untuk membuat rumusan masalah, yaitu sebagai berikut:  
1.      Masalah biasanya dirumuskan dalam bentuk pertanyaan
2.      Rumusan masalah hendaknya jelas dan padat
3.      Rumusan masalah berisi implikasi adanya data untuk memecahkan masalah
4.      Rumusan masalah merupakan dasar membuat hipotesis
     5.      Masalah harus menjadi dasar bagi judul penelitian

Cara untuk memformulasikan masalah: 
  1.  Dengan menurunkan masalah dari teori yang telah ada, seperti masalah pada penelitian eksperimental. 
  2. Dari observasi langsung dilapangan, seperti yang sering dilakukan oleh ahli-ahli sosiologi. Jika masalah diperoleh dilapangan,maka sebaiknya juga menghubungkan masalah tersebut dengan teori-teori yang telah ada, sebelumnya masalah tersebut diformulasikan. Ini bukan berarti bahwa  dalam memilih penelitian yang tidak didukung oleh suatu teori tidak berguna sama sekali. Karena ada kalanya penelitian tersebut dapat menghasilkan dalil-dalil dan dapat membentuk sebuah teori
C. Tujuan Penelitian

Tujuan merupakan arah dari suatu penelitian. Tujuan penelitian harus disesuaikan dengan rumusan masalah. Bila permasalahan mempertanyakan hal-hal yang belum diketahui, maka tujuan merinci apa saja yang ingin diketahui, sehingga jika permasalahan sudah terjawab maka tujuan penelitian sudah tercapai. Dalam beberapa penelitian dimana permasalahannya sangat sederhana terlihat bahwa tujuan sepertinya merupakan pengulangan dari rumusan masalah, hanya saja rumusan masalah dinyatakan dengan pertanyaan, sedangkan tujuan dituangkan dalam bentuk pernyataan yang biasanya diawali dengan kata ingin mengetahui. Tetapi bila permasalahannya relatif komplek, permasalahan ini menjadi lebih jelas terjawab bila disusun sebuah tujuan penelitian yang lebih tegas yang memberikan arah bagi pelaksanaan penelitian. Intinya adalah pemyataan singkat mengenai tujuan penelitian. Penelitian dapat bertujuan untuk menjajaki, menguraikan, menerangkan, membuktikan atau menerapkan suatu gejala, konsep atau dugaan atau membuat suatu prototipe.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian berisikan tentang sumbangan yang dapat diberikan dari hasil penelitian bagi pengembangan ilmu dan teknologi, bagi pengambil kebijakan, bagi lembaga tempat penelitian, dan bagi peneliti sendiri. Apa yang terkandung dalam tujuan dan manfaat penelitian, nantinya harus benar-benar tampak, baik pada hasil penelitian dan pembahasannya, maupun pada kesimpulan dan saran.

E. Hipotesis

Hipotesis adalah usulan keterangan untuk gejala. Persyaratan untuk membuat hipotesis yang baik yaitu:
  • Berupa pernyataan yang mengarah pada tujuan penelitian dan dirumuskan dengan jelas.
  • Berupa pernyataan yang dirumuskan dengan maksud untuk dapat diuji secara empiris. Menunjukkan dengan nyata adanya hubungan antara dua variabel atau lebih. 
  • Berupa pernyataan yang dikembangkan berdasarkan teori-teori yang lebih kuat dibandingkan dengan hipotesis rivalnya dan didukung oleh teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli atau hasil penelitian yang relevan.
Ciri-ciri hipoptesis
Sebuah hipotesis atau dugaan sementara yang baik hendaknya mengandung beberapa hal. Hal – hal tersebut diantaranya :
  1. Hipotesis harus mempunyai daya penjelas
  2. Hipotesis harus menyatakan hubungan yang diharapkan ada di antara variabel-variabel-variabel.
  3. Hipotesis harus dapat diuji
  4. Hipotesis hendaknya konsistesis dengan pengetahuan yang sudah ada.
  5. Hipotesis hendaknya dinyatakan sesederhana dan seringkas mungkin.

Berikut ini beberapa penjelasan mengenai Hipotesis yang baik:
  • Hipotesis harus menduga Hubungan diantara beberapa variabel
Hipotesis harus dapat menduga hubungan antara dua variabel atau lebih, disini harus dianalisis variabel-variabel yang dianggap turut mempengaruhi gejala-gejala tertentu dan kemudian diselidiki sampai dimana perubahan dalam variabel yang satu membawa perubahan pada variabel yang lain.
  • Hipotesis harus Dapat Diuji
Hipotesis harus dapat di uji untuk dapat menerima atau menolaknya, hal ini dapat dilakukan dengan mengumpulkan data-data empiris.
  • Hipotesis harus konsisten dengan keberadaan ilmu pengetahuan-
Hipotesis tidak bertentangan dengan pengetahuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam beberapa masalah, dan terkhusus pada permulaan penelitian, ini harus berhati-hati untuk mengusulkan hipotesis yang sependapat dengan ilmu pengetahuan yang sudah siap ditetapkan sebagai dasar. Serta poin ini harus sesuai dengan yang dibutuhkan untuk memeriksa literatur dengan tepat oleh karena itu suatu hipotesis harus dirumuskan bedasar dari laporan penelitian sebelumnya.
  • Hipotesis Dinyatakan Secara Sederhana
Suatu hipotesis akan dipresentasikan kedalam rumusan yang berbentuk kalimat deklaratif, hipotesis dinyatakan secara singkat dan sempurna dalam menyelesaikan apa yang dibutuhkan peneliti untuk membuktikan hipotesis tersebut.

F. Metode Penelitian

Metode penelitian memuat : jenis penelitian, populasi dan sample penelitian, lokasi dan waktu penelitian, hubungan variable dan definisi operasional, instrumen penelitian, pengumpulan dan pengolahan data, metode analisis data dan keterbatasan.

1.   Jenis Penelitian
Berisi langkah-langkah yang akan diambil untuk membuktikan kebenaran hipotesis.

2.    Populasi dan Sample
Berisi cara pengambilan sample, besar sample, cara pengumpulan sample, teknik penarikan sample.
Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian atau wilayah generalisasi yang terdiri dari subyek maupun obyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan. Populasi bukan hanya orang, tetapi semua benda yang memiliki sifat atau cirri yang bisa diteliti.
Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut

3. Lokasi dan Waktu Penelitian
Berisi mengenai tempat / lokasi penelitian beserta waktu yang dipergunakan melakukan penelitian

4. Variabel
Berisi keterangan tentang variable atau factor yang diamati atau diteliti dalam suatu penelitian

5. Definisi Operasional
Menjelaskan bagaimana suatu variable akan diukur serta alat ukur apa yang digunakan untuk mengukurnya. Definisi ini mempunyai implikasi praktis dalam proses pengumpulan data. Definisi operasional mendiskripsikan variable sehingga bersifat spesifik (tidak berintegrasi ganda), terukur, menunjukkan sifat atau macam variable sesuai dengan tingkat pengukurannya dan menunjukkan kedudukan variable dalam kerangka teoritis.

6. Teknik Pengumpulan Data
Berisi cara pengumpulan data yang dapat berupa data primer maupun data sekunder. Berdasarkan caranya pengumpulan data dapat berupa observasi, wawancara langsung, angket, pengukuran / pemeriksanaan

7. Instrument Penelitian
Instrument ( alat ukur ) penelitian dapat berupa kuesioner, cek list yang digunakan sebagai pedoman observasi dan wawancara atau angket
 
8. Teknik Pengolahan Data
Berisi cara pengolahan data yang akan dilakukan peneliti sehingga data hasil penelitian dapat menjadi informasi yang dapat digunakan untuk mengambil kesimpulan penelitian

9. Metode Analisis Data
Metode analisa data menjelaskan bagaimana seorang peneliti mengubah data hasil penelitian menjadi informasi yang dapat digunakan untuk mengambil kesimpulan penelitian. Kegiatan analisa data ini meliputi : persiapan, tabulasi dan aplikasi data. Pada tahap analisa data inidapat menggunakan uji statistik jika memang data dlam penelitian tersebut harus diuji dengan uji statistik

10. Keterbatasan
Dalam setiap penelitian pasti mempunyai kelemahan-kelemahan dimana kelemahan tersebut ditulis dalam keterbatasan. Dalam bab ini disajikan keterbatasan peneliti secara teknis yang mungkin mempunyai dampak secara metodologis maupun substantif, seperti : keterbatasan pengambilan sampel, keterbatasan jumlah sampel, keterbatasan instrumen penelitian, keterbatasan waktu dan sebagainya
 
G.   DAFTAR PUSTAKA
Daftar Pustaka merupakan keterangan tentang bacaan yang dijadikan sebagai bahan rujukan dari penulisan skripsi. Dalam daftar pustaka dapat dimasukkan tentang pustaka dari buku teks, jurnal, artikel, internet atau kumpulan karangan lain.
 
F.    LAMPIRAN
Lampiran memuat : keterangan atau informasi yang diperlukan pada pelaksanaan penelitian seperti : peta, surat penelitian, kuesioner, atau data lain yang sifatnya melengkapi usulan atau proposal penelitian.


Sumber Referensi;

http://sisfo.itp.ac.id/bahanajar/bahanajar/Anrinal/METODE%20RISET/Materi%20Ajar%20%28Pdf-version%29/BAB%20VI%20Proposal%20Penelitian.pdf
http://gorontalo-education.blogspot.com/2012/10/cara-perumusan-dan-pembatasan-masalah.html
http://addriadis.blogspot.com/2013/03/cara-membuat-dan-kriteria-rumusan.html
http://lirikansibuta.blogspot.com/2010/04/pengertian-hipotesis.html
http://belajarpsikologi.com/contoh-proposal-penelitian-terbaru/