Senin, 15 April 2013

METODE ILMIAH

PENGERTIAN METODE ILMIAH

Pengertian Metode

Secara terminologi, menurut Rosady Ruslan (2008: 24) metode adalah kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan suatu cara kerja (sistematis) untuk memahami suatu subjek atau objek penelitian, sebagai upaya untuk menemukan jawaban yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan termasuk keabsahannya. Sedangkan menurut Kuntowijoyo metodologi atau science of methods adalah ilmu yang membicarakan jalan dan cara (Basri, 2006: 1). Sedangkan menurut Arif Subyantoro dan FX. Suwarto (2007: 65) metode adalah cara kerja untuk dapat memahami objek penelitian dengan langkah-langkah sistematis. Kumpulan metode disebut metodik, dan ilmu yang mempelajari metode-metode disebut metodologi.

Pengertian Ilmiah

Penelitian menurut Soerjono Soekanto adalah kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan analisis dan konstruksi yang dilakukan secara metodologis, sistematis, dan konsisten (Rasady Ruslan, 2008: 24). Dapat diambil kesimpulan dari pembahasan tersebut, bahwa sistem dan metode yang dipergunakan untuk memperoleh informasi atau bahan materi suatu pengetahuan ilmiah yang disebut dengan metodologi ilmiah. Pada sisi lain dalam kegiatan untuk menemukan hal-hal yang baru merupakan prinsip-prinsip tertentu atau solusi (pemecahan masalah) tersebut penelitian. Jadi metode penelitian adalah cara kerja untuk dapat memahami objek penelitian.

Metode Ilmiah

Beberapa pandangan metode penelitian secara umum menurut para ahli:
  1. Nasir (1988:51) =>Metode penelitian merupakan cara utama yang digunakan peneliti untuk mencapai tujuan dan menentukan jawaban atas masalah yang diajukan. 
  2. Sugiyono (2004: 1) =>Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. 
  3. Winarno (1994) =>Metode penelitian adalah suatu kegiatan ilmiah yang dilakukan dengan teknik yg teliti dan sistematik. 
  4. Muhiddin Sirat (2006) =>Metode penelitian adalah suatu cara memilih masalah dan penentuan judul penelitian.
Menurut penulis, metode penilitian adalah cara atau strategi menyeluruh untuk menemukan atau memperoleh data yang diperlukan.

Metode penelitian harus dibedakan dari teknik pengumpulan data yang merupakan teknik yang lebih spesifik untuk memperoleh data. Metodologi dapat dibedakan menjadi 3 yaitu: historic, metode survey dan metode eksperimen.
Metede historik digunakan jika data yang dipergunakan terutama yang berkaiatan dengan masa lalu, sehingga teknik pengumpulan data yang digunakan terutama adalah studi dokumenter atau mungkin juga studi artifak.
Metode survey merupan metode untuk memperoleh data yang ada pada saat penelitian dilakukan. Data dapat dikumpulkan meelui bebrapa teknik seperti wawancara dan pengamatan atau observasi. Metode survey ini dapat berupa survey deskriptif dan dapat juga survey analitif.
Metede eksperimen digunakan jika data yang digunakan jika data yang diinginkan sengaja ditimbulkan atau didorong munculnya. Dorongan atau ransangan untuk pemunculan data tersebut merupan variable bebas atau disebut juga perlakuan (reatmen) jadi dalam eksperimen akan dicari hubungan sebab akibat anatara variable bebas dan variable terikat. Penelitian yang akan mencari hubungan sebab akibab tersebut.

KARAKTERISTIK METODE ILMIAH

Penelitian memiliki karakteristik yang khas dibandingkan dengan aktivitas pada umumnya. Karena itu dalam membuat proposal maupun laporan penelitian, peneliti hendaknya memperhatikan karakteristik yang terkandung di dalamnya.
  • Penelitian Harus Sistematis
Proposal maupun laporan penelitian merupakan suatu aktivitas yang terstruktur, mengandung unsur-unsur yang merupakan butir-butir pemikiran dan aktivitas. Unsure-unsur tersebut harus diungkapkan secara runtun dan dilakukan secara bertahap, dipaparkan secara berurutan, sehingga terlihat dan terasa jelas alur pikirannya dan mudah dipahami oleh pembaca (transferable).
  • Penelitian Harus Logis dan Rasional
Penelitian harus logis artinya penelitian tersebut memiliki alur pikir yang benar dalam arti adanya kesesuaian antara instrumen, prosedur penelitian yang digunakan dengan hasil penelitian yang diperoleh, sehingga memiliki alur pikir yang benar dan bisa dinalar. Setiap pilihan dan keputusan harus logis dan rasional. Proposal atau laporan penelitian harus mengandung penjelasan yang logis atau alas an yang kuat dalam menetapkan pilihan, langkah, dan prosedur penelitian.
  • Penelitian Harus Empirik
Proposal atau laporan penelitian harus mengungkapkan atau berkenaan dengan dunia nyata yakni dunia yang dapat diobservasi dengan indra, sehingga setiap orang dapat mengindranya.konsep-konsep atau istilah-istilah penelitian harus sudah secara tegas diaplikasikan ke dunia penelitian, jangan masih bersifat umum atau mengambang.
  • Penelitian Bersifat Redukatif
Aktivitas penelitian harus dapat mereduksi (mengurangi) bahkan menghilangkan keraguan menjadi kepastian, dari ketidaktahuan atau ketidakjelasan suatu objek pengamatan menjadi jelas. Hal ini dikarenakan aktivitas penelitian yang sistematis untuk memperoleh data sehingga mampu memberi pernyataan yang logis dan rasional.
  • Penelitian Bersifat Replicable dan Transmitable
Replicable maksudnya dapat diteliti ulang dan transmitable dapat dipahami untuk dapat digunakan hasil penelitiannya. Untuk itu laporan penelitian harus dapat dan mudah dipahami oleh para pembaca. Sehingga penelitian harus bersifat terbuka dan dibuat laporannya untuk dipublikasikan.
  • Penelitian harus Memiliki Kegunaan
Pengungkapan tentang kegunaan suatu penelitian harus secara jelas dinyatakan baik dalam proposal maupun laporan penelitian. Minimal suatu penelitian harus memiliki kegunaan praktis dalam arti mampu memberi rekomendasi, saran kepada komunitas, kelompok atau institusi dalam meningkatkan kualitas hubungan atau pelayanan publiknya. Di samping itu penelitian bisa mempunyai manfaat akademik atau teoritik untuk pengembangan ilmu pengetahuan.
Selain ketentuan di atas, pihak peneliti juga harus mengacu kepada beberapa hal dalam melakukan aktivitas penelitian yaitu sebagai berikut:
  1. Objektif dalam penyajian yang deskriptif, sistematis, dan analisis
  2. Serba relatif, bahwa kebenaran ilmiah yang diajukan bukanlah hal mutlak dan hasilnya dimungkinkan dapat dibantah atau diuji kebenarannya.
  3. Netral, dalam pengungkapan fakta yang sesungguhnya tidak berkaitan dengan nilai-nilai baik atau buruk.
  4. Skeptis, adanya keraguan atas pernyataan-pernyataan yang belum memiliki kekuatan dasar-dasar pembuktian.
  5. Sederhana, tidak terlalu rumit dalam kerangka berpikir, perumusan pernyataan dan pembuktiannya tetap berdasarkan kebenaran ilmiah yang baku.
LANGKAH-LANGKAH METODE ILMIAH

Penelitian adalah suatu prses, yaitu suatu rangkaian langkah-langkah yang dilakukan secara terencana dan sistematis guna mendapatkan pemecahan masalah atau mendapatkan jawaban terhadap pertanyan-pertanyaan tertentu. Langkah-langkah yang dilakukan ini harus sesuai dan saling mendukung satu sama lainya, agar penelitian yang dilakukan itu mempunyai bobot yang cukup memedai dan memberikan kesimpulan-kesimpulan yan tidak meragukan. Adapun langkah-langkah ini pada umumnya sebagai tersebut dibawah ini:

  1. Identifikasi, pemilihan, dan perumusan masalah
  2. Penelaah kepustakaan
  3. Penyusunan hipotesis
  4. Identifikasi, klasifikasi, dan pemberi devinisi operasional variable-variabel
  5. Pemilihan atau pengambengan alat pengambilan data
  6. Penyusunan rancangan penelitian
  7. Penentuan sample
  8. Pengumpulan data
  9. Pengolahan lahan dan analisis data
  10. Interpreasi hasil analisis
  11. Penyususnan laporan
E. Ruang Linkup Penelitian

Menurut penggunaannya:
Jenis penelitian jika dilihat dari segi penggunaannya dapat digolongkan menjadi:
 
a. Penelitian Dasar atau Penelitian Murni (Pure Research)
 
LIPI memberi devinisi sebagai berikut:
penelitian dasar adalah setiap penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pengatahuan ilmiah atau untuk menemukan bidang penelitian baru tanpa suatu tuajuan praktis tertentu. Artinya kegunaan hasil penelitian itu tidak dapat segera dipakai kecuali untuk jangka waktu panjang.
 
b. Penelitian Terapan (Applied Research)
 
Batasan yang diberikan lipi ialah:
penelitian terapan adalah setiap penelitian yan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah dengan suatu tujuan praktis. Berarti hasilnya diharapkan segera dicapai untuk keperluan praktis.
 
2. Menurut Penggunannya
 
Jenis penelitian dilihat dari metodenya adalah sebagai berikut:
a. penelitian histories
b. penelitian filsofis
c. penelitian observasional
d. penelitian experimental
 
3. Menurut Sifat Penelitiannya
 
Sesuai dengan tugas penelitian yaitu untuk memnerikan menerangkan meramalkan dan mengatasi permasalahan atau persalan maka penelitian dapat digolongkan dari sudut pandang ini sehingga penggolongan ini bias mencangkup penggolongan yang disebut terdahulu. Berdasarkan penggolongan ini dapat dipilih rancangan penelitian yang sesuai.
 
Ada delapan jenis penelitian itu yaitu:
 
a. penelitian histories
b. penelitian deskritif
c. peneltian perkembangan
d. penelitian kasus dab penelitian lapangan
e. penelitian korelaional
f. penelitian kausal-komperatif
g. penelitian experimental
h. penelitian tindakan

Sumber referensi :
Hamidi. 2004. Metodelogi Penelitian Kualitatif, Malang: UM Malang
Wartawarga Universitas Gunadarma
http://nurmanali.blogspot.com/2011/10/pengertian-metode-penelitian-ilmiah.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar